Aku punya 2 keinginan;
[Setelah aku dilahirkan hari Jumat, --- selanjutnya] aku ingin bisa menikah dan meninggal di hari Jumat pula.
Satu keinginan sudah terwujud;
--- aku bisa melaksanakan pernikahan sakralku di hari Jumat [yang juga Alhamdulillah, bertepatan di bulan Syawal, meski sempet rada ribet milih tanggal gara-gara nyesuaiin ma jadwal sewa gedung :D].
Jadi, masih ada satu harapan lagi yang entah nantinya bisa terwujud atau tidak; yaitu meninggalkan dunia-tak-kekal ini hari Jumat!

Kenapa hari Jumat?
[Soalnya aku nyadar kalo aku belum masuk kategori 'Manusia-Bebas-Dosa'!!!. Huehehe :D]
Sementara "Apabila seorang mukmin muslim meninggal pada malam atau hari Jumat, maka Allah SWT akan memberikan pahala syahid dan menjaganya dari azab kubur" [Majmuu' Syariif Kaamil dan Terjemahnya hal. 5].
Nah, salah satu keuntunganku mempunyai harapan seperti itu adalah, aku jadi ingat tentang mati setiap menjelang hari Jumat: --- membuatku selalu ingat untuk melakukan kebaikan-kebaikan demi menambah pahala; mendorongku menambahkan potensi kemanfaatan diri pada duniaku dan orang-orang di sekitarku; dan memotivasiku untuk lebih giat beribadah setiap hari menjelang 'saat-kemungkinan-dan-harapan-ajalku-tiba' [meski, kadang-jujur-saja --- keduniawian masih kerap membuat lupa *sigh].
Intinya, dengan harapan itu, aku terpacu selalu berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya!
Kita tidak pernah tahu kapan Allah menentukan ajal kita.
Aku tidak pernah tahu, apakah nantinya aku benar-benar menemui ajal di hari Jumat sesuai harapanku sebelum bumi dan langit ini terbelah.
Tapi yang jelas, kiamat sudah makin dekat.
Yuk! Makin giat nabung buat akhirat!
[[]]
Majmuu' Syariif Kaamil dan Terjemahnya hal. 4: Fadilah Hari Jumat point 6:
Allah SWT memerintahkan kiamat terjadi pada hari Jumat
[Menjelang 'kasak-kusuk' kabar kiamat yang jatuh hari Jumat tanggal 21 Desember 2012]
